Postingan

Author and Self publishing in Indonesia, Panji Ramdana

Self-publishing is a writer who manages the process of publishing his book directly or independently. Starting from editing the script, layout, book design, working with the printing company, to determining prices and target markets to expand the target. Self-publishing is often equated with Indie Publishing. In fact, they are very different. Indie Publisher is a publishing service with an easier and less complicated selection process, as well as providing design and layout services. Indie publishing in Indonesia is nothing new.   The presence of an Indie publisher in Indonesia provides a very big opportunity for novice writers or writers who have not successfully passed the selection in Major publishers to publish their books. One of the Indie publishers in Indonesia is Jejak Publisher which was founded in 2016. This publisher also has legal guarantees to protect the copyright of the author. So that it is safe as an alternative to publishing works. The various conveniences off...

Kasus Pelanggaran Hak Cipta Kian Marak di Tengah-tengah Penulis

Gambar
P elanggaran hak cipta atau dikenal dengan istilah pembajakan adalah penggunaan karya berhak cipta yang melanggar hak eksklusif pemegang hak cipta, seperti hak untuk memproduksi, mendistribusikan, menampilkan atau memamerkan karya berhak cipta, atau membuat karya turunan, tanpa izin dari pemegang hak cipta (Penerbit atau Usaha yang mewakili/ditugaskan oleh pencipta karya). Secara singkat, pelanggaran hak cipta dapat berupa pemfotokopian karya, penjualan secara ilegal, menjual dengan harga yang sangat merosot dari aslinya, dan menyebarkan versi elektronik secara ilegal. Pembajakan seperti ini tentu sangat merugikan Penulis. Pada umunya jumlah royalti Penulis adalah 10% dari penjualan buku. Yang berarti, jika karya mereka terjual ribuan copy dengan cara ilegal dan tentunya tidak menerima pemasukan, maka royalti yang diterima Penulis sangatlah kecil. Maka dengan ini, Penulis sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk mengawasi adanya indikasi kecurangan tersebut. Selain itu, P...

Pidi Baiq dan Kegemilangannya dalam Film Dilan

  Surayah atau biasa disapa Ayah, dengan luasan nama Heri Pidi Baiq merupakan seorang seniman, penulis, pemusik, dosen, sekaligus pencipta lagu kebangsaan Indonesia. Pidi Baiq lahir di Bandung, 8 Juli 1982. Ia mulai dikenal saat tergabung dalam grup band The Panas Dalam yang didirikan pada tahun 1995. Pidi Baiq mulai aktif menulis pada tahun 2008. Ia telah menerbitkan buku berjudul Drunken Monster : Kumpulan Kisah Tidak Teladan yang terbit pada tahun 2008. Namanya semakin bersinar setelah menulis buku ber genre humor pada judul Dilanku 1990 : Dia Adalah Dilanku 1990 terbit pada 2014, Dilan bagian dua : Dia Adalah Dilanku 1991 terbit pada 2015, dan   Milea : Suara dari Dilan yang terbit pada 2016. Melansir pada kutipan Benny Rhamdani selaku Manajer Produksi Mizan Pustaka pada seleb.tempo.co “Buku Dilan pertama sejak terbit sampai sekarang selalu ada di rak best seller , tidak pernah turun.” Ini juga sangat berpengaruh pada cetak ulang buku Dilan. Buku lain biasanya di...

Faksi

 Kisah Cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra Fatimah Az-Zahra adalah seorang putri dari Rasulullah SAW. Kisah cinta Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah Az-Zahra dimulai saat Fatimah membalut luka Rasulullah setelah berperang dan Ali menyaksikannya. Sejak saat itu Ali bertekad ingin melamar Fatimah. Ia pun mencoba memantaskan diri dan menyebut Fatimah dalam doanya, tak pernah Ia umbar rasa cintanya terhadap Fatimah kepada siapapun.  Sedangkan Ali merupakan salah seorang sahabat Rasulullah yang memiliki hati mulia. Namun dengan kebaikan hati yang Ia punya, rupanya itu tidak mampu menjadikannya pantas untuk bersanding dengan Fatimah. Sebab Ia juga belum memiliki mahar untuk melamar Fatimah kelak. Sehingga Ia hanya mampu bermodalkan doa kepada Allah Swt.  Suatu hari, saat Ia tengah memantaskan diri untuk Fatimah. Terdengarlah kabar bahwa Abu Bakar As-Shidiq ingin melamar Fatimah. Ali pun hanya bisa pasrah dan berserah atas takdir Allah. Tak berapa lama kemudian, Ia mend...

Fiksi - Puisi

 Sepi yang Mengobati  dibiarkannya anak itu di sana berjalan di gelap malam bimbang tak tau arah sendiri tanpa genggaman  di persimpangan ia terdiam duduk menepi di pinggir jalan berkali-kali ia meyakinkan  tak ada suara keras benda yang bersautan sudah lama ia merindukan sepi sebab ramai tak selalu berarti malam ini ia takkan di cari karna tak ada yang menginginkannya kembali kini pulang menjadi tak berarti biarlah ia menepi menyendiri  berikan diri ketenangan abadi dari riuh yang terus menghantui dan nyaman yang kini hanya ilusi

Persuasi

 Musim hujan tengah melanda beberapa kawasan di Jakarta. Tentu hal ini tidak lepas dari wilayah di DKI Jakarta yang kerap tergenang banjir. Pesan siaga bagi warga yang berada pada daerah rawan banjir pun telah disuarakan. Arahan dari RT setempat dikerahkan agar semua warga waspada akan adanya banjir.  Banjir merupakan sebuah hal yang lumrah bagi warga Jakarta. Terutama bagi penduduk di kawasan rawan banjir. Tidak adanya daerah resapan air menjadi faktor utama penyebab banjir. Terlebih kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah sembarangan.  Oleh sebab itu mari kita gerakkan hati dan pikiran kita untuk membawa perubahan dalam kehidupan. Berawal dari hal kecil untuk membuang sampah pada tempatnya. Lalu rutin mengadakan kerja bakti membersihkan selokan. Di mulai dari diri sendiri, tentu hal seperti itu akan menyelamatkan banyak orang.  da menjaga bumi. Ayo peduli lingkungan!

Argumentasi

 Tawuran antar pelajar merupakan hal yang sering terjadi di kota besar seperti Jakarta. Tawuran antar pelajar ini tidak hanya terjadi pada sekolah menengah atas melainkan juga pada sekolah menengah pertama. Tentunya semua sekolah diberi arahan untuk menghindari hal-hal seperti ini. Namun tidak selalu berjalan mulus karena terdapat pemicu agar pelajar melakukan tawuran tersebut.  Faktor yang paling utama adalah tradisi sekolah. Seperti yang kita tau, hubungan pertemanan antara adik kelas dan kakak kelas selalu dicurigai oleh guru. Sebab pengaruhnya pun dapat merugikan semua pihak. Terlebih untuk sekolah yang mempunyai nama , tentunya terdapat tradisi di dalamnya yang diturunkan oleh kakak kelas untuk adiknya.  Faktor kedua yaitu adanya rasa ingin menaklukkan sekolah lain.  Tentunya kita sudah tidak asing dengan istilah ini. Pemicu ini menjadi alasan pelajar melakukan tawuran. Masa pelajar adalah masa yang rawan, terlebih menyangkut sekolah. Jika sekolah mereka di hina...