Argumentasi
Tawuran antar pelajar merupakan hal yang sering terjadi di kota besar seperti Jakarta. Tawuran antar pelajar ini tidak hanya terjadi pada sekolah menengah atas melainkan juga pada sekolah menengah pertama. Tentunya semua sekolah diberi arahan untuk menghindari hal-hal seperti ini. Namun tidak selalu berjalan mulus karena terdapat pemicu agar pelajar melakukan tawuran tersebut.
Faktor yang paling utama adalah tradisi sekolah. Seperti yang kita tau, hubungan pertemanan antara adik kelas dan kakak kelas selalu dicurigai oleh guru. Sebab pengaruhnya pun dapat merugikan semua pihak. Terlebih untuk sekolah yang mempunyai nama , tentunya terdapat tradisi di dalamnya yang diturunkan oleh kakak kelas untuk adiknya.
Faktor kedua yaitu adanya rasa ingin menaklukkan sekolah lain. Tentunya kita sudah tidak asing dengan istilah ini. Pemicu ini menjadi alasan pelajar melakukan tawuran. Masa pelajar adalah masa yang rawan, terlebih menyangkut sekolah. Jika sekolah mereka di hina, tentunya pelajar tersebut tidak akan tinggal diam.
Faktor ketiga yaitu untuk mencari jati diri. Kebanyakan seorang pelajar yang mengikuti tawuran karena alasan ikut-ikutan atau ingin mencari jati dirinya dalam berkelahi. Tentu ini adalah hal yang salah karena menyalurkannya pada hal yang tidak baik. Jika ingin mencari jati diri, cobalah mencari nya pada hobi atau bakat. Tidak dalam hal yang membahayakan keselamatan orang lain dan diri sendiri.
Komentar
Posting Komentar